[03:33.00]Toean jang terhormat [03:33.00]Telah toean djempoet toeboeh ini [03:33.00]Namoen djiwakoe tak toean bawa [03:33.00]Tinggallah ia, seroepa deboe di tikar toea [03:33.00]Langkahkoe njaring di batoe kerikil [03:33.00]Sendal selop warisan dari iboe [03:33.00]Setiap derapnja bertanja lirih: [03:33.00]Adakah tjinta jang tak menjoeal toeboeh? [03:33.00]Iboekoe berseroe dalam mimpikoe: [03:33.00]"Djangan biarken si neng mendjadi njai!" [03:33.00]Tapi apalah koeasa seorang gadis [03:33.00]Bila adat hanja memboengkam [03:33.00]Kopi koetoeang di tjangkir perak [03:33.00]Di medja djati jang tak boleh koesentoeh [03:33.00]Oentoek pria jang tak menjeboet namakoe [03:33.00]Dan mentjintaikoe hanja sebagai toeboeh [03:33.00]Ohhhh.. ohhh [03:33.00]Akoe boekan istri, boekan djoega boedak [03:33.00]Akoe ini njai di negeri sendiri [03:33.00]Dipelihara, lantas disingkirken [03:33.00]Tinggal soenji, tinggal hina, tinggal mati. [03:33.00]Orang kampoeng datang melamar [03:33.00]Boekan tjinta, tapi emas jang diintjar [03:33.00]Meneer pergi, toeboeh akoe warisken [03:33.00]Kepada lelaki jang koepanggil"abang" [03:33.00]Boemipoetra meratapi marwah [03:33.00]Lihatlah, akoe ditinggalken djaman! [03:33.00]Koeboerkoe tak dikenal anakoe sendiri [03:33.00]Akoe perempoean jang disemboenjiken sedjarah. [03:33.00]Oh, tanah Hindia jang koeseboet roemah [03:33.00]Akankah kaoe bela poetrimoe sendiri? [03:33.00]Djika tidak, biarkan bait ini bersaksi [03:33.00]Tjoekoep Njai Dasima sadja